
Ia menegaskan, anggaran yang besar tidak otomatis menunjukkan kualitas perencanaan. Kegiatan yang belum siap tetapi tetap dipaksakan masuk anggaran justru berpotensi menyebabkan keterlambatan dan rendahnya serapan.
“Anggaran yang besar tapi dokumen kesiapannya belum tersedia ini merupakan quality of budgeting, bukan semata-mata persoalan pelaksanaan,” ungkapnya.
Munafri juga meminta kepala OPD tidak mengulang pola perencanaan yang sama setiap tahun tanpa mengevaluasi kendala sebelumnya. Setiap program harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kemampuan untuk direalisasikan.
“Jangan sampai karena mau mengejar tambahan, anggaran di tempatnya besar, akhirnya kegiatan-kegiatannya juga tidak berkualitas. Sisa lagi serapannya, kan jadi repot,” ujarnya.
Dalam evaluasi, Munafri meminta OPD tidak hanya melihat angka serapan, tetapi juga memantau proses pengadaan. Setiap pimpinan harus mengetahui berapa paket yang telah masuk proses, sudah berkontrak, belum berjalan, hingga penyebab terjadinya keterlambatan atau gagal tender.
“Jangan hanya melihat serapan, tapi melihat kontrak. Jangan dianggap simpel, karena ini menjadi faktor yang sangat mudah untuk terjadi kegagalan,” tegasnya.





