
Menurutnya, keberhasilan APBD tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang terserap. Ukuran utamanya adalah seberapa jauh anggaran tersebut menghasilkan pekerjaan berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jangan hanya bertanya mengapa serapan rendah, tapi tanyakan mengapa anggaran belum menjadi output,” tegasnya.
Ia pun meminta seluruh OPD mulai mengubah pola kerja dengan memperkuat perencanaan, mempercepat pengadaan, mengawal pelaksanaan, serta memastikan pembayaran dan pengawasan berjalan sesuai progres.
Dengan pola tersebut, Munafri berharap serapan APBD Makassar tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga menghasilkan pembangunan dan pelayanan publik yang berkualitas.(*)





