
Material seperti mineral trioxide aggregate, tricalcium silicate cement, dan biokeramik dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan penutupan, pelepasan ion kalsium, serta pembentukan lapisan menyerupai hidroksiapatit.
Prof. Juni juga menyoroti potensi sumber daya alam Indonesia sebagai bahan biomaterial. Salah satunya adalah cangkang yang kaya kalsium karbonat dan selama ini kerap dipandang sebagai limbah.
Pemanfaatan sumber daya tersebut dinilai dapat membuka peluang pengembangan biomaterial endodontik yang lebih aman, efektif, mudah diaplikasikan, sekaligus berbasis potensi lokal.
Lebah Madu untuk Pembangunan dan Lingkungan
Dari bidang kehutanan, Prof. Dr. Ir. Budiaman, Guru Besar Ilmu Serangga Hutan-Lebah Madu Fakultas Kehutanan, mengangkat tema “Peranan Lebah Madu terhadap Pembangunan Bangsa”.
Ia memaparkan potensi pengembangan berbagai jenis lebah madu dan stingless bees di Indonesia. Selain menghasilkan madu, lebah juga memiliki peran penting dalam penyerbukan tanaman dan dapat dikembangkan sebagai bagian dari industri berbasis sumber daya hayati.
Sejumlah penelitian di Kampung Rimba Fakultas Kehutanan Unhas menunjukkan potensi pengembangan Tetragonula biroi melalui teknik pembelahan koloni. Penelitian lain juga mengembangkan metode produksi madu dengan memanfaatkan sari buah pada budidaya lebah Apis mellifera.





