MakassarNews

Lima Guru Besar Unhas Dorong Terobosan Riset dari Kesehatan hingga Sastra

Lebah stingless bees juga berpotensi digunakan sebagai bioindikator pencemaran lingkungan perkotaan. Sementara itu, penelitian terhadap Tetragonula biroi menghasilkan prototipe peti vertikal yang dinilai dapat mendukung optimalisasi produksi madu dan propolis.

Menurut Prof. Budiaman, kondisi iklim tropis Indonesia menjadi peluang besar untuk mengembangkan industri berbasis lebah madu. Unhas pun dinilai memiliki peluang untuk memperkuat perannya sebagai pusat riset dan pengembangan lebah madu.

Sastra Jadi Jembatan Antarbudaya

Sementara itu, Prof. Dra. Herawaty Abbas, Guru Besar Ilmu Kesusastraan Fakultas Ilmu Budaya, mengangkat tema “Kesusastraan Australia sebagai Ruang Dialog Budaya: Membaca Identitas, Memori, Keberagaman, dan Harmoni Kemanusiaan dalam Dunia yang Majemuk”.

BACA JUGA  Wamenkomdigi Bakal Panggil Pimpinan TikTok dan Meta Bahas Fenomena Konten DFK

Menurutnya, kajian sastra Australia dapat menjadi sarana untuk memahami keberagaman masyarakat dan dinamika identitas. Australia sendiri terbentuk dari perjumpaan berbagai kelompok budaya, mulai dari masyarakat Aborigin, keturunan Eropa, migran Asia, komunitas Timur Tengah, hingga berbagai kelompok diaspora.

Melalui karya sastra, pengalaman masyarakat dari latar belakang berbeda dapat dipahami secara lebih dekat. Salah satunya melalui novel Promising Azra karya Helen Thurloe yang menggambarkan identitas sebagai sesuatu yang terus berkembang melalui interaksi sosial.

BACA JUGA  Appi Hadiri Dies Natalis ke-74 FH Unhas, Tekankan Pentingnya Jejaring Alumni

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4 5 6Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button