
“Pemerintah tentu tidak bisa jalan sendiri. Pemerintah butuh counterpart yang baik untuk memastikan seluruh program-program ini bisa berdampak dan berkualitas kepada masyarakat,” ujar Munafri.
Ia melihat CIDeS ICMI memiliki peran penting dalam mempertemukan gagasan akademis dengan kebutuhan pembangunan di lapangan. Karena itu, forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan.
Munafri juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam membangun kualitas masyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi harus dibarengi dengan penguatan karakter dan budaya.
Ia menilai sejumlah persoalan sosial, termasuk rendahnya kepatuhan terhadap aturan, berkaitan erat dengan kesadaran dan karakter masyarakat.
“Saya sepakat sekali bahwa pendekatannya ini pendidikan. All about the education,” tegasnya.
Menurut Munafri, pendidikan karakter perlu diperkenalkan sejak tingkat dasar melalui hal-hal sederhana yang membentuk kebiasaan, etika, serta kemampuan masyarakat dalam mengontrol diri.
Ia mengungkapkan dirinya telah meminta dukungan Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk mendorong perubahan kurikulum pendidikan dasar agar lebih banyak memuat pendidikan adab, etika, konten lokal dan penguatan pendidikan agama.





