
“Makanya, saya datang ke UNM untuk minta tolong kita merubah kurikulum pendidikan dasar kita. Masukkan pendidikan adab, etika, konten lokal ke dalam pendidikan kita, tambahkan pelajaran agama. Kenapa? Karena dimulai dari hal-hal yang kecil,” katanya.
Selain pendidikan, Munafri meminta para akademisi ikut membantu pemerintah mengukur efektivitas program pemberdayaan masyarakat maupun berbagai kebijakan yang telah dijalankan.
Menurutnya, sebuah program tidak cukup hanya dirancang dan dilaksanakan. Dampak serta tingkat keberhasilannya juga harus dapat diukur secara objektif dalam periode tertentu.
“Dibutuhkan profesor-profesor, bapak-bapak, kolaborasi akademis yang akan menghasilkan sebuah pandangan, menghasilkan sebuah pendapat, menghasilkan sebuah teori sistematis,” jelasnya.
Karena itu, Munafri mengajak CIDeS ICMI Orwil Sulsel bersama para guru besar dan cendekiawan menjadi mitra strategis Pemkot Makassar. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat menghasilkan gagasan yang solutif dan konstruktif untuk kemudian diterjemahkan menjadi kebijakan pemerintah.
“Kota ini tidak mungkin tumbuh sendirian. Kota ini harus tumbuh dengan dikawal,” ujarnya.





