
Meski progres secara umum menunjukkan tren positif, Dinsos Makassar masih menemukan sejumlah persoalan yang perlu segera ditangani, terutama terkait keaktifan agen di lapangan.
Dari 8.732 Agen Perlinsos yang telah terdata, baru sebanyak 3.467 agen yang tercatat aktif melakukan pendataan.
Sebagian agen yang belum aktif berasal dari unsur RT dan RW. Data mereka masih dalam proses pengiriman ke tingkat pusat sehingga belum seluruhnya mendapatkan bimbingan teknis (bimtek).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinsos Makassar menyiapkan bimtek susulan bagi para agen, khususnya RT dan RW. Mereka nantinya diharapkan dapat membantu menyisir warga yang belum masuk dalam pendataan.
Selain persoalan pelatihan, kendala koordinasi juga masih ditemukan di sejumlah wilayah. Salah satunya dipicu persoalan pribadi antara RT/RW dengan petugas pendataan atau IPSSM.
Hambatan lainnya muncul dari sebagian warga kelompok ekonomi menengah ke atas yang menolak menjalani asesmen karena menganggap pendataan Perlinsos Digital hanya berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial.
Dinsos Kota Makassar memastikan edukasi kepada masyarakat akan terus diperkuat. Pemahaman mengenai pentingnya integrasi dan akurasi data dinilai menjadi kunci agar Perlinsos Digital dapat mendukung pelayanan publik yang lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat. (*)





