
“Kontraknya tiga bulan, sudah berjalan satu bulan. Jadi tidak lebih dari dua bulan sudah terbangun lagi SPAM yang dalam proses pengerjaan sekarang ini,” katanya.
Appi menegaskan pembangunan SPAM akan terus ditambah setiap tahun sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan air di Kota Makassar.
Namun, ia mengakui pencarian sumber air melalui sumur bor konvensional tidak selalu berjalan mulus. Di sejumlah lokasi, sumber air yang ditemukan memiliki kualitas berbeda, bahkan ada yang berwarna hitam maupun mengeluarkan bau.
Meski demikian, terdapat pula sumur bor yang berhasil menghasilkan air dengan kedalaman relatif pendek.
Salah satunya berada di kawasan RB 03. Appi menyebut sumur tersebut hanya menggunakan satu pipa dengan kedalaman sekitar empat meter, tetapi mampu memasok air ke sejumlah rumah warga.
Keberhasilan tersebut menjadi pertimbangan Pemkot Makassar untuk menambah titik sumur bor di sekitar lokasi yang memiliki potensi sumber air serupa.
“Yang paling penting adalah tempat penampungannya seperti tandon-tandon penampungan itu harus diatur dengan baik supaya kebutuhan masyarakat tidak terfokus pada satu tempat, tapi sudah bisa terdistribusi,” jelasnya.





