
Appi menegaskan, kepatuhan warga akan menjadi bagian dari evaluasi program. Pemerintah kota akan melakukan pemantauan secara berkala dan dapat mengevaluasi hingga mencabut fasilitas pembebasan iuran apabila penerima tidak menjalankan kewajiban memilah sampah.
Selain memperluas program, Appi turut memberikan apresiasi kepada jajaran Kecamatan Bontoala, para lurah, serta masyarakat yang dinilai konsisten menjaga kebersihan lingkungan. Penghargaan khusus juga diberikan kepada petugas kebersihan Kecamatan Bontoala atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas di lapangan.
Menurut Appi, persoalan kebersihan di Bontoala memiliki tantangan tersendiri. Kecamatan tersebut memiliki tiga pasar aktif yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi tingginya transaksi perdagangan juga berbanding lurus dengan produksi sampah setiap harinya.
Kondisi tersebut membuat sampah dari kawasan pasar membutuhkan penanganan lebih serius. Karena itu, Appi meminta seluruh jajaran pemerintah terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah, terutama dari sumbernya.
Ia menilai pembenahan sistem kebersihan tidak boleh ditunda. Upaya tersebut perlu dilakukan sejak sekarang agar generasi berikutnya dapat menikmati Kota Makassar yang bersih, sehat, dan nyaman, bukan justru mewarisi persoalan lingkungan.





