
Tidak hanya sektor pertanian, kawasan RPH juga akan dilengkapi fasilitas pengolahan sampah organik berbasis maggot.
DP2 tengah menyiapkan rumah maggot yang ditargetkan mampu mengolah sekitar 7,2 ton sampah setiap bulan.
Munafri menyebut fasilitas tersebut dapat menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular di Kota Makassar. Sampah organik yang selama ini menjadi persoalan akan dimanfaatkan kembali sebagai bagian dari rantai produksi.
“Maggot juga, perencanaannya akan membuat rumah maggot itu bisa menghabiskan kurang lebih 7,2 ton per bulan sampah. Artinya, di sini akan kita jadikan percontohan dari pemerintah yang mudah-mudahan ini bisa diikuti oleh masyarakat yang ada di Kota Makassar,” tuturnya.
Munafri mengatakan pengembangan kawasan RPH Tamangapa akan dilakukan secara bertahap. Pemanfaatan kawasan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang tersedia.
Ia berharap RPH Tamangapa nantinya dapat menjadi kawasan percontohan yang menunjukkan bagaimana aset pemerintah dapat dikelola secara produktif dengan menggabungkan sektor peternakan, pertanian, pengolahan sampah dan teknologi.
Dengan konsep tersebut, Pemkot Makassar menargetkan RPH Tamangapa tidak lagi menjadi aset yang idle, melainkan kawasan produktif yang mampu memberikan nilai ekonomi, menyerap tenaga kerja dan menjadi model pengembangan peternakan serta pertanian modern di Kota Makassar. (*)





