
Drainase Lindi Jadi Perhatian
Air lindi menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian serius dalam pembenahan TPA Tamangapa.
Cairan tersebut terbentuk dari proses perkolasi air melalui timbunan sampah. Jika tidak dikelola dengan baik, air lindi dapat berpotensi mencemari lingkungan hingga masuk ke kawasan permukiman.
Karena itu, Appi meminta jalur drainase lindi ditata secara menyeluruh dan dipastikan terhubung dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Yang utama adalah alur dari drainase lindi yang terhubung dengan IPAL untuk memastikan air lindi itu tidak mencemari atau masuk ke dalam wilayah-wilayah permukiman masyarakat. Dan ini penting,” tegasnya.
Pemkot Makassar juga telah menyiapkan komitmen pembangunan drainase yang mengelilingi kawasan TPA.
“Kita sudah buat komitmen bahwa seluruh luaran TPA, kira-kira ada sekitar 700–800 meter, ini akan kita bangun drainase,” ujar Munafri.
Selain membangun drainase, kapasitas kolam lindi juga akan diperbesar.
Appi menjelaskan, kolam lindi yang tersedia saat ini dinilai tidak lagi sebanding dengan perkembangan luas kawasan TPA.
Ia menyebut kolam tersebut dibangun sekitar 1993, ketika luas TPA masih sekitar empat hektare. Saat ini, luas kawasan TPA Tamangapa telah berkembang hingga lebih dari 12 hektare.





