
“Kolam lindi yang ada saat ini dibangun tahun 1993 kalau tidak salah. Itu masih pada saat TPA berukuran empat hektare,” tuturnya.
“Nah, sekarang TPA sudah lebih dari 12 hektare. Artinya tidak mungkin kolam lindi menampung 12 hektare dengan kapasitas empat hektare,” lanjut Appi.
Karena itu, Pemkot Makassar merencanakan penambahan kolam lindi yang saling terhubung. Setidaknya tiga kolam lindi disiapkan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan.
“Harus ada minimal tiga kolam lindi yang saling berhubungan,” tegasnya.
Pembangunan tersebut telah dimasukkan dalam perencanaan dan ditargetkan masuk dalam penganggaran tahun berikutnya.
“Ini yang saya mau, sudah ada di dalam perencanaannya untuk perencanaan penganggaran tahun depan, itu sudah harus jadi,” katanya.
Appi menilai pembangunan infrastruktur tersebut tidak boleh ditunda karena persoalan luapan air lindi berpotensi kembali berdampak kepada masyarakat, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Kenapa? Karena supporting ini kita butuh. Kondisi kalau hujan, meluap lagi nanti pasti ke masyarakat lagi air lindinya. Nah, ini yang harus cepat diantisipasi dan menjadi komitmen kita,” jelas Appi.





