
Salah satu inovasi yang ditonjolkan Makassar adalah program urban farming. Pertanian perkotaan tersebut dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan dan sampah.
“Kota sehat yang kita bangun bukan hanya orangnya yang sehat, tetapi juga lingkungan yang sehat. Urban farming menjadi salah satu bagian dari upaya ketahanan pangan sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan dan sampah,” ujar Firman.
Lontara+ Satukan Ratusan Aplikasi Pemkot
Selain sektor lingkungan dan pangan, Makassar memperkenalkan inovasi digital melalui Lontara+, super app yang dikembangkan untuk mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan.
Sebelum integrasi, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki aplikasi pelayanan sendiri. Kondisi tersebut membuat jumlah aplikasi di lingkungan Pemkot Makassar mencapai sekitar 358 unit.
Melalui Lontara+, berbagai layanan tersebut dirangkum dalam satu platform sehingga masyarakat tidak perlu mengakses banyak aplikasi berbeda untuk mendapatkan layanan pemerintah.
Sistem tersebut juga dirancang untuk mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam layanan kesehatan.





