
Untuk skema Post Doc, dosen FKM dapat melakukan riset dan penulisan artikel di UQ sekaligus berkesempatan membimbing mahasiswa S2 dan S3.
Kedua institusi juga membahas peluang double degree, international exposure bagi mahasiswa FKM, serta joint supervision untuk mahasiswa pascasarjana.
Dalam skema tersebut, dosen UQ dapat membimbing mahasiswa S2 maupun S3 FKM Unhas, sementara dosen Unhas berpeluang menjadi pembimbing mahasiswa UQ yang melakukan penelitian di Sulawesi. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan publikasi ilmiah bersama.
Ansariadi mengatakan pengalaman dosen FKM yang pernah menempuh pendidikan di UQ menjadi modal penting untuk memperkuat implementasi kerja sama.
“Kami memiliki setidaknya empat orang dosen yang menyelesaikan studi S2 atau S3 di UQ, dan sebelumnya sudah ada kerja sama riset dengan kolega di UQ. Tentu ini akan mempermudah implementasi kegiatan kolaborasi bidang akademik dan riset FKM dengan UQ,” jelasnya.
Sementara itu, Brett Lovegrove dan Paul Gardiner menyambut positif tawaran kerja sama tersebut. Pihak UQ juga akan menyiapkan sejumlah travel grant untuk memungkinkan dosen FKM Unhas menjalani kunjungan akademik ke School of Public Health UQ selama tiga bulan.





