
Gagasan tersebut mendapat respons dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unhas, Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, yang menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi proses penyusunan buku tersebut.
Prof. Jamaluddin berharap buku tersebut nantinya dapat menjadi referensi bagi sivitas akademika Unhas, khususnya dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan, untuk memahami perjalanan hidup, perjuangan, serta nilai-nilai yang diwariskan Sultan Hasanuddin.
“Sebagai institusi yang menggunakan nama Sultan Hasanuddin, Unhas memiliki tanggung jawab untuk memahami sejarah perjuangan Sultan Hasanuddin secara lebih utuh dan mendalam,” tegasnya.
Menurutnya, pemahaman sejarah menjadi bagian penting dalam menjaga identitas institusi. Semangat perjuangan para pendahulu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Unhas untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Rangkaian ziarah kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Guru Besar Unhas, Prof. Dr. KH. Najamuddin A.S., Lc., MA.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari refleksi Dies Natalis ke-70 Unhas sekaligus pengingat bahwa perjalanan universitas tidak terlepas dari jasa, perjuangan, dan pengabdian para pendahulu. (*)





