
Deny menjelaskan, volume penyaluran setiap SPBU disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kepadatan antrean. Pertamina juga telah memetakan SPBU yang mengalami kepadatan untuk mendapatkan tambahan suplai.
Selain menambah pasokan dan memperpanjang jam operasional, Pertamina berkoordinasi dengan Satgas Gabungan untuk menertibkan antrean kendaraan serta mendorong pengoptimalan nozzle agar proses pelayanan berlangsung lebih cepat.
“Intinya adalah bagaimana kita bisa mengurai antrean ini. Jadi jumlah SPBU nanti mungkin akan sangat dinamis, menyesuaikan kondisi antrean,” jelas Deny.
Munafri menegaskan, pertemuan tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemkot Makassar akan terus mengawal penanganan bersama Pertamina dan pengelola SPBU agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu.
“Tidak ada lagi siapa yang benar, siapa yang salah. Tapi bagaimana ini secepatnya kita bisa urai secara bersama-sama,” pungkasnya. (*)





