
“Sehingga kami dari Dinas PU Kota Makassar juga terus melakukan langkah-langkah antisipasi, bekerja dengan kolaborasi, dan memastikan kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat terhadap air terpenuhi,” jelasnya.
Pembangunan SPAM diprioritaskan di kawasan yang belum terjangkau layanan PDAM, termasuk wilayah pinggiran dan kawasan utara Makassar. Sejumlah wilayah kepulauan juga menjadi perhatian karena memiliki tantangan geografis dalam penyediaan air bersih.
Di kawasan kepulauan, sebagian masyarakat masih mengandalkan sumur dangkal yang debitnya berpotensi menurun saat musim kemarau. Karena itu, pemerintah menyiapkan sistem penyediaan air yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.
“Ini perlu, supaya masyarakat yang belum memperoleh layanan PDAM tetap akan menikmati akses air bersih yang layak dan aman,” katanya.
Pengembangan SPAM dilakukan melalui empat skema, yakni pembangunan sistem baru, peningkatan kapasitas sistem yang sudah tersedia, perluasan jaringan melalui penambahan Sambungan Rumah (SR), serta pemeliharaan infrastruktur.
23 Lokasi pada 2025
Pada 2025, Dinas PU Makassar mengalokasikan kegiatan SPAM di 23 lokasi. Program tersebut tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Kepulauan Sangkarrang, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala.





