
Dari jumlah tersebut, 14 lokasi merupakan pembangunan SPAM baru, empat lokasi untuk pemeliharaan, dua lokasi peningkatan kapasitas, dan tiga lokasi perluasan jaringan.
Untuk kawasan kepulauan, pembangunan disesuaikan dengan kondisi sumber air. Di Pulau Lumu-Lumu dan Barrang Caddi, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, misalnya, pemerintah menggunakan fasilitas Air Siap Minum (Arsinum).
Teknologi tersebut memungkinkan air payau diolah menjadi air siap minum sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Kalau di Pulau Sangkarrang ada beberapa titik di tahun 2025, ada dua di Pulau Lumu-Lumuk dan Barrang Caddi. Di situ bukan sumur bor, tetapi kami menyediakan alat Arsinum. Jadi air payau diolah menjadi air siap minum,” beber Zuhaelsi.
Berlanjut pada 2026 dan 2027
Program penguatan SPAM kembali dilanjutkan pada 2026 dengan pembangunan dan pengembangan di 18 lokasi. Wilayah yang menjadi sasaran antara lain Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala.
Dari 18 lokasi tersebut, 10 merupakan pembangunan SPAM baru, tiga lokasi pemeliharaan, dua peningkatan kapasitas, dan tiga lokasi perluasan jaringan.





