
Lebih Lanjut, Prof. Ruslin, menyampaikan berbagai produk tersebut tidak akan berhenti pada pelaksanaan KKN. Unhas akan mendorong adanya pendampingan lanjutan melalui kolaborasi dengan bidang inovasi dan pengembangan usaha.
Pendampingan tersebut dapat mencakup pengembangan produk, pembentukan spin-off, hingga pemenuhan aspek legalitas. Produk yang dinilai memiliki potensi akan diarahkan untuk memperoleh merek, perizinan, hingga sertifikasi yang dibutuhkan, termasuk izin dari BPOM untuk produk yang relevan.

Keberlanjutan hasil KKN menjadi bagian penting dari upaya Unhas memperkuat hubungan antara mahasiswa dan persoalan nyata di masyarakat. Unhas berharap KKN tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga mendorong lahirnya solusi yang dapat terus dikembangkan setelah program berakhir.
Kepala Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Unhas, Dr. Ir. Sulaeha Thamrin, mengatakan produk yang ditampilkan dalam Expo KKN Gelombang 116 merupakan sebagian dari keseluruhan luaran mahasiswa. Jumlah produk yang dihasilkan bahkan mencapai lebih dari 2.000, namun tidak seluruhnya dibawa ke lokasi expo.





