
“Harapannya kondisi yang sekarang sudah cenderung normal dan landai ini bisa seterusnya berlaku,” harapnya.
“Jadi bukan hanya teman-teman yang mengisi kendaraan untuk Solar, tetapi juga pengguna jalan lain bisa menikmati dan merasakan kenyamanan,” lanjutnya.
Dari sisi operasional SPBU, Pertamina sebelumnya sempat meningkatkan jumlah SPBU yang beroperasi selama 24 jam saat antrean BBM mengalami peningkatan.
Dari total 45 SPBU yang ada di Kota Makassar, sebanyak 25 SPBU sempat dioperasikan selama 24 jam. Padahal, dalam kondisi normal jumlah SPBU yang beroperasi 24 jam hanya sekitar 11 titik.
“Saat terjadi krisis itu kami operasionalkan 25 SPBU selama 24 jam. Tetapi dalam kondisi normal sebenarnya hanya 11 SPBU, artinya sudah naik dua kali lipat,” ungkap Deny.
Seiring kondisi antrean mulai kembali normal, pola operasional secara bertahap dikembalikan. Namun, Pertamina tetap memberikan tambahan waktu pelayanan di sejumlah SPBU.
Sebanyak delapan SPBU di Makassar mendapatkan perpanjangan jam operasional dengan rata-rata pelayanan hingga 18 jam per hari.
Selain mengatur klaster dan jam pelayanan, Pertamina memastikan pengawasan distribusi Solar bersubsidi terus dilakukan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan.





