
Menurutnya, sektor jasa keuangan memiliki posisi penting sebagai penghubung antara perkembangan teknologi dan pencapaian target pertumbuhan ekonomi. Karena itu, inovasi harus berjalan beriringan dengan kepercayaan masyarakat serta kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Dicky menegaskan pelindungan konsumen tidak boleh hanya dilakukan setelah terjadi permasalahan, melainkan harus dibangun secara proaktif dan preventif sejak awal. Kepercayaan konsumen perlu dijaga dalam seluruh tahapan layanan, mulai dari desain produk, pemasaran, penggunaan layanan hingga penanganan pengaduan dan pemulihan hak konsumen.
Di sisi lain, perkembangan layanan keuangan digital juga diikuti dengan semakin beragamnya modus penipuan digital atau scam. Modus tersebut kerap melibatkan lebih dari satu platform sehingga penanganannya membutuhkan koordinasi lintas lembaga.
“Penipuan digital bersifat lintas sistem, sehingga penanganannya membutuhkan kolaborasi lintas lembaga. Melalui satu pintu pelaporan yang terhubung dengan berbagai lembaga, kita ingin memastikan setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara cepat, terpadu, dan tuntas,” jelasnya.





