
Friderica menegaskan, aspek keamanan siber dan pelindungan konsumen menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan keuangan digital. Karena itu, transformasi digital perlu dilakukan bersama pemerintah, Bank Indonesia, serta kementerian dan lembaga terkait agar berjalan aman, inklusif, dan produktif.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penyelenggaraan FEKDI x IFSE 2026 yang disinergikan dengan agenda pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah.
Digitalisasi daerah, kata Airlangga, diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan publik, mendukung investasi, serta membuka peluang pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk menciptakan nilai ekonomi baru dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menambahkan, transformasi digital perlu ditopang sistem pembayaran yang andal, aman, dan dipercaya masyarakat. BI terus mendorong perluasan pembayaran digital, penguatan industri sistem pembayaran, serta pengembangan infrastruktur dan konektivitas pembayaran antarnegara.





