
Munafri juga meminta lurah tidak hanya bertindak ketika persoalan sudah terjadi. Setiap lurah harus mampu mendeteksi potensi masalah sejak dini dan membangun kolaborasi bersama masyarakat, Babinsa maupun Bhabinkamtibmas.
Ia menegaskan pola pemerintahan yang sentralistik harus ditinggalkan. Masyarakat perlu dilibatkan sebagai mitra dalam mencari solusi atas persoalan di wilayah masing-masing.
“Jangan kucing-kucingan dengan warga. Buka ruang, dengar masalah, cari solusi bersama,” pesannya.
Selain kinerja, Munafri menempatkan integritas sebagai salah satu fondasi utama dalam menjalankan pemerintahan di tingkat kelurahan. Para lurah diminta tidak memberikan ruang bagi aktivitas ilegal di wilayahnya.
Di sisi lain, sejumlah agenda penataan lingkungan seperti pemilahan sampah dan penertiban bangunan liar tetap harus berjalan secara konsisten. Munafri meminta langkah tersebut dilakukan dengan pendekatan persuasif serta komunikasi yang berkelanjutan kepada masyarakat.
Dengan evaluasi tersebut, Munafri berharap jajaran lurah mampu menunjukkan kinerja yang tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga memberikan perubahan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. (*)





