
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mendorong pembentukan rumah gizi dan dapur Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) secara mandiri di seluruh 153 kelurahan. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan intervensi gizi berbasis masyarakat untuk menekan angka stunting serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Dorongan tersebut disampaikan Melinda saat menghadiri kegiatan Penanganan Masalah Gizi yang diselenggarakan Pokja IV TP PKK Kota Makassar di Puskesmas Maccini Sombala, Senin (2/11/2026).
Menurut Melinda, keberadaan rumah gizi dan dapur B2SA di tingkat kelurahan diharapkan dapat memperluas jangkauan pendampingan terhadap balita berisiko stunting dan ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Ia mencontohkan pelaksanaan intervensi gizi di Kecamatan Tamalate yang menyasar 15 balita dan dua ibu hamil. Setelah menjalani pendampingan intensif selama 90 hari, program tersebut menunjukkan perkembangan positif dengan rata-rata kenaikan berat badan balita mencapai satu kilogram.
Meski demikian, hasil evaluasi masih menemukan dua balita dengan kenaikan berat badan yang belum stabil serta satu ibu hamil yang belum mencapai indikator gizi normal.





