
“Kita tidak dapat mengatasi perubahan iklim tanpa mengembangkan sumber daya manusia. Kita membutuhkan orang-orang yang mampu menghasilkan gagasan dan teknologi baru, membangun usaha, serta mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan,” jelas Dominic.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk mengambil peran dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sesuai bidang keilmuan masing-masing. Menurutnya, setiap individu memiliki kesempatan untuk berkontribusi terhadap perubahan tanpa harus menjadi ilmuwan iklim atau menguasai seluruh persoalan yang ada.
Dominic menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan tersebut. Pendidikan dan penelitian di lingkungan kampus dapat menjadi landasan untuk melahirkan inovasi, mengembangkan teknologi, serta menghasilkan solusi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Universitas adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan gagasan dan mendorong perubahan. Penelitian memiliki dampak yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Kita membutuhkan kekuatan pendidikan untuk menghadapi berbagai tantangan iklim yang sedang kita hadapi saat ini,” ungkapnya.





