
Sebagai bagian dari konsorsium perguruan tinggi negeri di kawasan Indonesia Timur, Unhas memiliki peran strategis dalam memperkuat jejaring akademik dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi di berbagai perguruan tinggi kawasan timur Indonesia.
“Kami berharap, kunjungan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi Unhas, tetapi juga untuk kawasan Indonesia Timur secara keseluruhan. Kami ingin semakin banyak kerja sama dengan berbagai institusi di Inggris yang dapat membuka peluang dan memberikan manfaat nyata bagi perguruan tinggi di kawasan ini,” ujar Jamaluddin.
Rektor Unhas juga berharap proyek Low Carbon Development Initiative–Innovation and Technology Fund (LCDI-ITF) yang pembangunannya didukung Pemerintah Inggris dapat segera rampung dan beroperasi dengan baik. Fasilitas tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi pengembangan inovasi rendah karbon sekaligus menjadi contoh bagi pengembangan fasilitas serupa di Makassar, Sulawesi Selatan, dan wilayah Indonesia lainnya.
Kuliah umum yang diikuti lebih dari 200 peserta itu kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara pemateri dan peserta hingga berakhir sekitar pukul 11.30 Wita. Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai peran pendidikan, riset, dan kerja sama internasional dalam mendorong ekonomi hijau serta pembangunan rendah karbon. (*)





