
Pemkot Makassar juga mengembangkan PAUD negeri sebagai Local Education Centre atau pusat pendidikan lokal. Melalui konsep ini, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar anak, tetapi juga ruang pemberdayaan keluarga, penguatan literasi, dan peningkatan keterampilan masyarakat.
Sejumlah PAUD negeri telah dikembangkan di berbagai kecamatan, antara lain Tamalate, Mariso, Bontoala, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala. Pengembangan ini turut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan inklusif bagi anak dari keluarga rentan, termasuk anak penyandang disabilitas.
Dari sisi pembiayaan, Appi memaparkan bahwa alokasi anggaran Dinas Pendidikan Kota Makassar pada 2025 mencapai sekitar Rp1,37 triliun. Dari jumlah tersebut, lebih dari Rp30,5 miliar dialokasikan untuk program pengelolaan PAUD, termasuk dukungan sarana dan prasarana, Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Pemerintah kota juga mendorong pemerataan akses pendidikan melalui skema kuota 60 persen bagi anak kurang mampu dan 40 persen bagi warga lokal, sebagaimana dipaparkan dalam forum tersebut.





