
Selain itu, pendidikan ramah lingkungan menjadi bagian dari pengembangan PAUD-HI. Upaya tersebut dilakukan melalui urban farming, pojok hijau sekolah, pemilahan sampah, pembuatan biopori, serta pembiasaan perilaku menjaga lingkungan sejak dini.
Perhatian juga diberikan kepada wilayah kepulauan melalui pengembangan infrastruktur pendidikan ramah lingkungan dan dukungan tambahan bagi guru PAUD yang bertugas di wilayah tersebut.
Appi menilai, layanan anak usia dini harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik wilayah agar setiap anak, baik di perkotaan maupun kepulauan, memperoleh kesempatan yang setara untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
Melalui partisipasi dalam ARNEC Learning Forum 2026, Pemkot Makassar berharap dapat memperkuat kolaborasi dan berbagi pengalaman dalam membangun sistem pendidikan serta pengasuhan anak usia dini yang inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui pendekatan holistik-integratif, Makassar berupaya menunjukkan bahwa potensi lokal dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun sistem pendidikan dan pengasuhan anak usia dini yang lebih adil dan berkelanjutan,” tutup Appi.





