
Ia menegaskan bahwa musik tidak hanya memiliki nilai seni dan budaya, tetapi juga potensi ekonomi yang besar jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Indonesia memiliki kekayaan musik tradisional, musik daerah, hingga berbagai genre modern yang dapat dikembangkan menjadi karya bernilai ekonomi. Di Makassar dan Sulawesi Selatan, tradisi musik serta seni pertunjukan juga menjadi bagian dari identitas budaya yang perlu diwariskan sekaligus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman.
“Musik bukan sekadar rangkaian nada dan irama. Musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan, merekatkan persaudaraan, menyampaikan pesan kemanusiaan, sekaligus merekam perjalanan sejarah dan identitas suatu bangsa,” ujarnya.
Munafri menilai perkembangan platform digital, kecerdasan buatan (AI), dan distribusi konten berbasis algoritma membuka peluang bagi musisi untuk menjangkau pendengar lintas daerah hingga mancanegara.
Namun, peluang tersebut perlu diikuti dengan penguatan perlindungan hak kekayaan intelektual, akses pembiayaan, perluasan pasar, serta kebijakan yang memastikan musisi memperoleh manfaat ekonomi yang layak dari karya mereka.





