
“Jangan hanya menjadi wilayah seni, tetapi ini bisa menjadi mesin ekonomi baru untuk memastikan musik menghasilkan nilai ekonomi yang baik bagi para musisi,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar musisi daerah memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang dalam industri musik nasional maupun internasional. Menurutnya, sejumlah kelompok musik asal Makassar telah tampil dalam berbagai kegiatan internasional, sehingga potensi tersebut perlu diperluas melalui kolaborasi dan akses industri yang lebih terbuka.
Selain itu, industri musik dinilai memiliki peluang untuk terhubung dengan sektor kreatif lainnya, seperti film, tari, dan seni pertunjukan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat memperluas pasar, menciptakan nilai tambah, serta memperkuat ekonomi kreatif daerah.
Sebagai tuan rumah, Makassar juga berpeluang memperluas jejaring pelaku industri musik dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat aktivitas kebudayaan di kawasan timur Indonesia.
Munafri berharap KMI 2026 tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti melalui program, kebijakan, dan kerja sama konkret.





