
Dari sisi desain, dermaga akan mengangkat identitas lokal dengan mengambil inspirasi dari keanekaragaman biota laut di sekitar Pulau Lanjukang, seperti gurita dan cumi-cumi.
Meski mengusung konsep arsitektur yang khas, pembangunan fasilitas tetap diarahkan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan. Hal ini mengingat Pulau Lanjukang berada dalam kawasan konservasi sehingga ukuran dan kapasitas dermaga harus disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi ekosistem pesisir.
Selain pembangunan dermaga, Pemkot Makassar juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. Rencana pengembangan tersebut mencakup penyediaan air bersih, toilet umum, sarana ibadah, instalasi listrik ramah lingkungan, hingga area berkemah atau camping ground.
Pengembangan ini diharapkan dapat memperluas aktivitas wisata di Pulau Lanjukang, yang selama ini dikenal dengan potensi snorkeling, diving, serta keindahan terumbu karangnya.
Dinas Pariwisata Kota Makassar menargetkan proses asistensi administrasi dan tahapan pengadaan barang dan jasa dapat diselesaikan pada akhir 2026. Dengan demikian, pembangunan fisik dermaga diharapkan dapat dimulai pada awal 2027.





