
Pengembangan tersebut turut didukung capaian Kecamatan Tamalate yang berhasil meraih juara pertama dalam lomba kebun Aku Hatinya PKK tingkat Kota Makassar.
Dalam penerapannya, metode pertanian akan disesuaikan dengan kondisi lingkungan masing-masing wilayah. RW yang memiliki lahan memadai dapat mengembangkan kebun dengan sistem tanam langsung di tanah, sementara kawasan permukiman padat diarahkan memanfaatkan metode hidroponik.
Aril mengakui, penerapan hidroponik membutuhkan biaya awal untuk pengadaan instalasi. Meski demikian, pihak kecamatan bersama para lurah berupaya memberikan edukasi dan mencari solusi pendanaan agar keterbatasan lahan maupun biaya tidak menghambat pengembangan program.
Melalui perluasan urban farming, Pemkot Makassar berharap setiap RW mampu menghadirkan ruang pertanian produktif yang memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. (*)





