
Bibit karang yang digunakan merupakan hasil budidaya yang dipersiapkan untuk memulihkan kawasan terumbu karang yang mengalami kerusakan akibat perubahan suhu laut, pemanasan global, hingga aktivitas jangkar kapal.
Munafri menegaskan, upaya konservasi tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Diperlukan pengawasan dan pemeliharaan secara berkala untuk memastikan proses pertumbuhan karang berlangsung optimal.
Ia berharap program tersebut memiliki keberlanjutan yang jelas sehingga kawasan bawah laut yang direhabilitasi dapat kembali berkembang dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.
Pemkot Makassar juga membuka peluang memperluas program serupa ke sejumlah pulau lainnya. Dengan demikian, semakin banyak kawasan terumbu karang yang dapat dipulihkan dan dilindungi.
Selain aspek lingkungan, Munafri turut menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan masyarakat kepulauan. Menurutnya, pembangunan wilayah pulau harus berjalan seimbang antara pelestarian alam, pengembangan potensi ekonomi, dan pemerataan pelayanan publik.
Perhatian terhadap masyarakat kepulauan juga ditunjukkan melalui perluasan layanan administrasi kependudukan (adminduk) yang untuk pertama kalinya menjangkau tiga pulau terluar berpenghuni, yakni Pulau Langkai, Lanjukang, dan Lumu-Lumu.





