
SOLUSIMEDIA.ID, SERANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) pasar modal terus mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan di sektor pasar modal sebagai upaya memperluas basis investor domestik sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan daerah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 yang digelar di Provinsi Banten pada 8–10 April 2026.
Kegiatan ini menjangkau berbagai segmen masyarakat, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), komunitas perempuan, hingga mahasiswa.
Salah satu rangkaian kegiatan berlangsung di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, yang dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi.
Dalam kesempatan tersebut, Hasan menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan masyarakat untuk menghindari berbagai bentuk penipuan investasi ilegal.
“Masih ada PR besar kita untuk meningkatkan tingkat literasi keuangan masyarakat dan publik kita karena tanpa pemahaman yang memadai tentu rentan kita semua terbujuk iming-iming dan tawaran yang menggiurkan dari penyelenggara investasi yang sebetulnya di belakangnya memiliki motif yang tidak baik atau sering dikenal sebagai investasi ilegal dan investasi bodong,” kata Hasan Fawzi.





