SOLUSIMEDIA.ID,JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat peran sektor jasa keuangan sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan yang lebih inklusif, produktif, dan tepat sasaran, khususnya pada sektor unggulan berbasis potensi lokal.
Sinergi antarlembaga seperti OJK, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, serta kementerian dan lembaga teknis sektor riil dinilai sangat penting untuk mendukung berbagai program percepatan pengembangan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam sambutannya pada Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor” di Balai Kartini, Senin.
“Berbagai tantangan dinamika global saat ini tidak boleh menurunkan optimisme Indonesia. Justru inilah saatnya membuktikan bahwa salah satu kekuatan Indonesia terletak pada kekuatan ekonomi daerahnya. Mari bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional agar Indonesia semakin maju dan sejahtera,” ujar Friderica.
KNPED 2026 dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Komisi XI DPR RI Mokhamad Misbakhun, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, serta Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti.

Selain itu, hadir pula sejumlah kepala daerah, di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Gubernur Jambi Al Haris, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay.
Friderica menjelaskan, sejak 2024 OJK telah mengembangkan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang berfokus pada optimalisasi potensi ekonomi lokal melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga guna membangun ekosistem pendukung pengembangan ekonomi daerah.
Hingga saat ini, Program PED telah diimplementasikan di 40 kabupaten dan kota dengan fokus pada sektor agrikultur dan ekonomi kreatif, termasuk di Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Hernawan Bekti Sasongko mengatakan Program PED diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah dan masyarakat.
“Kami terus mendorong perluasan Program PED agar dapat memberikan kontribusi nyata melalui kolaborasi yang membangun ekosistem program prioritas di masing-masing daerah,” kata Hernawan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai program penguatan ekonomi daerah.
“Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus didorong untuk memperkuat perekonomian daerah. Pemerintah juga mempercepat digitalisasi ekonomi, pengembangan industri semikonduktor, hilirisasi industri, serta penyiapan sumber daya manusia yang andal,” ujar Airlangga.
Ketua Komisi XI DPR RI Mokhamad Misbakhun menilai sektor jasa keuangan memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, pembiayaan yang tepat sasaran dapat memperkuat UMKM sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan PDB.
“Saya mengapresiasi OJK yang terus mengonsolidasikan sektor jasa keuangan dengan pemerintah daerah melalui percepatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Langkah ini penting agar pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Misbakhun.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam memperkuat ekonomi daerah.
“Ekonomi daerah yang kuat bukan sekadar memiliki anggaran besar, tetapi bagaimana anggaran tersebut diubah menjadi layanan, layanan menjadi produktivitas, dan produktivitas menjadi kesejahteraan. Pertumbuhan dimulai ketika kebijakan pusat dan daerah bergerak bersama dan manfaatnya dirasakan hingga tingkat rumah tangga,” ujar Juda.
Dalam implementasinya, Program PED dilakukan melalui pemetaan potensi ekonomi unggulan daerah bersama TPAKD, penguatan kolaborasi multipihak, peningkatan kapasitas pembiayaan sektor jasa keuangan dan sektor riil, serta pemanfaatan produk keuangan guna meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.
Di Sumatera Selatan, Program PED difokuskan pada pengembangan ekosistem kopi dari hulu hingga hilir. Sementara di Jawa Timur, program diarahkan pada pengembangan ekosistem susu sapi perah guna mendukung rantai nilai pangan nasional.
Di Jawa Tengah, Program PED mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan komoditas padi, jagung, dan rajungan. Adapun di Jakarta, program difokuskan pada pengembangan ekonomi kreatif, termasuk industri film dan konten kreatif.
Ke depan, OJK akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memperluas implementasi Program PED di berbagai wilayah Indonesia sekaligus mendukung pembangunan nasional berbasis penguatan rantai nilai ekonomi daerah.





