
SOLUSIMEDIA.ID, TARAKAN – Di tengah meningkatnya ancaman kepunahan spesies laut dunia, sebuah harapan muncul dari perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.
Di sungai berarus tenang yang bermuara ke pesisir utara Kalimantan itu, tim peneliti dari Universitas Hasanuddin bersama James Cook University dan Universitas Borneo Tarakan menemukan kembali populasi Hiu Gangga (Glyphis gangeticus), spesies hiu air tawar yang selama bertahun-tahun dianggap nyaris hilang dari perairan dunia.
Temuan tersebut menjadi kabar penting bagi komunitas konservasi internasional. Sejak tahun 2000, kemunculan Hiu Gangga tercatat kurang dari sepuluh kali di seluruh wilayah persebaran historisnya, mulai dari Pakistan hingga Myanmar.
International Union for Conservation of Nature (IUCN) bahkan menetapkan spesies ini dalam kategori Critically Endangered, menjadikannya salah satu hiu paling langka di dunia.
Namun pada 2023, penelitian lapangan yang dilakukan tim kolaborasi internasional menghadirkan fakta yang mengejutkan. Dalam waktu kurang dari tiga minggu, para peneliti berhasil mengamati 43 spesimen Hiu Gangga di Sungai Sesayap.





