SOLUSIMEDIA.ID, PENAJAM – Dinas Lingkungan Hidup- DLH Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berupaya mempertahankan Piala Adipura yang saat ini sementara dalam proses penilaian leh tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Syamsiah, berbagi pandangannya mengenai proses penilaian yang mencakup 29 titik penting, mulai dari Pelabuhan Speedboat dan klotok, kemudian terminal Penajam, Pasar Induk Nenang, Puskesmas Penajam hingga ruang terbuka hijau.
Menurut Syamsiah piala Adipura tidak hanya tentang mendapatkan penghargaan. Ini adalah refleksi dari kesadaran kolektif masyarakat PPU akan pentingnya menjaga lingkungan.
“Kami harapkan nanti bisa meraih kembali Piala Adipura sebagai kota kecil. Kalau kami berhasil maka ini merupakan penghargaan ke 8 yang kami raih,” harap Syamsiah.
Lebih dari sekadar angka dan penilaian, setiap titik yang dinilai menyimpan cerita. Di Pasar Induk Nenang, misalnya, para pedagang kini lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan.
Di Puskesmas Penajam, pelayanan kesehatan dan lingkungan saling berkaitan, di mana kesadaran akan kesehatan lingkungan menjadi bagian dari kesehatan masyarakat.





