
SOLUSIMEDIA,ID, Samarinda – Saat mengikuti Ajang bergengsi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XXI tahun 2024 yang diselenggarakan di Sumatera Utara, Aceh beberapa waktu lalu, Kontingen dari Kalimantan Timur (Kaltim) hanya mampu menduduki posisi ke delapan besar dengan hanya memperoleh 153 keping medali.
Diantaranya adalah medali emas sebanyak 29 keping, medali perak sebanyak 55 keping dan medali perunggu sebanyak 69 keping.
Menanggapi hasil perolehan tersebut, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dinas Pemudadan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Rasman Rading akan memberikan beberapa catatan yang akan dilaksanakan kedepannya.
Dirinya menjelaskan bahwa dari sekitar 63 cabang olahraga yang di ikutkan pada PON 2024 tersebut, hanya 23 cabor saja yang menyumbangkan medali emas untuk kaltim. Sedangkan cabor lainnya hanya menyumbangkan medali perak dan perunggu saja dan bahkan tidak yang menyumbangkan medali.
Lebih lanjut, Rasman mengatakan bahwa kejadian itu memang diluar dugaannya, seperti cabor-cabor yang biasanya mendulang emas lebih banyak seperti cabor layar, kempo, anggar dan beberapa cabor lainnya tidak memenuhi target bahkan tidak mendapatkan medali.
“Ini menjadi PR dan tugas kami untuk meningkatkan kembali prestasi atlet supaya di ajang selanjutnya bisa maksimal,” terang Rasman. 8/11/2024.
Selain itu, Rasman juga menilai ada beberapa catatan yang harus dilakukan kedepan terkait hasil perolehan Kontingen kaltim saat mengikuti Ajang PON ke-21 di Sumut, Aceh tersebut.
“Pertama, kami dari pihak pemprov kaltim akan mengevaluasi hasil dari PON ke-21 tahun 2024 ini, kedua adalah kita harus bicara terkait jangka pendek, menengah dan panjang dan terakhir adalah evaluasi pelatih,” katanya.
Maka dari itu, pihaknya akan mengevaluasi kinerja pelatih dari setiap cabor berdasarkan prestasi yang diraih. Misalnya, cabor yang sering menyumbangkan medali emas maupun yang tidak pernah menyumbangkan medali sama sekali.
“Ada pelatih yang harus kita perkuat dari sisi kualitasnya atau ada pelatih yang harus kita ganti karena tidak pernah menyumbangkan medali emas atau kita harus restart ulang,” pungkasnya.





