
SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dengan santai. Menurutnya, masyarakat desa tidak perlu terlalu khawatir terhadap fluktuasi kurs dolar karena aktivitas ekonomi sehari-hari mereka tidak menggunakan mata uang asing.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peresmian operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, ia menilai dampak langsung pelemahan rupiah lebih dirasakan oleh kelompok masyarakat yang sering melakukan transaksi luar negeri.
“Selama Menteri Keuangan bisa senyum, tenang aja. Enggak perlu kalian khawatir. Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa enggak pakai dolar, yang pusing yang suka ke luar negeri,” ujar Prabowo dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5/2026).
Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa roda perekonomian masyarakat desa pada umumnya masih berbasis rupiah dan aktivitas lokal, sehingga tidak secara langsung terhubung dengan transaksi mata uang asing.
Meski demikian, para ekonom menilai pelemahan nilai tukar rupiah tetap memiliki dampak yang cukup besar terhadap masyarakat, termasuk warga desa. Sebab, banyak kebutuhan pokok, energi, hingga bahan produksi masih berkaitan dengan impor yang dibayar menggunakan dolar AS.





