BusinessNasionalNews

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Tantangan Ekonomi Global dan Domestik

Di sisi lain, ekonomi Tiongkok menghadapi pertumbuhan yang lebih lambat, tercatat dengan CPI yang rendah hanya 0,5 persen dan kontraksi pada harga produsen (PPI).

Walaupun sektor manufaktur masih menunjukkan ekspansi, angka PMI yang sedikit lebih rendah dari ekspektasi pasar menandakan adanya potensi pelambatan lebih lanjut.

Tiongkok juga memperketat regulasi ekspor bahan langka yang bisa memengaruhi industri teknologi global.

Dalam konteks domestik, inflasi Indonesia tercatat terkendali dengan angka 0,76 persen pada Januari 2025, sementara inflasi inti berada di angka 2,26 persen.

BACA JUGA  Dorong Pengembangan Inovasi Keuangan Digital, OJK Luncurkan Pusat Inovasi (OJK Infinity) 2.0

Hal ini menunjukkan bahwa permintaan domestik masih cukup stabil meskipun ada indikasi perlambatan di sektor-sektor tertentu seperti otomotif dan properti.

Penurunan penjualan kendaraan dan perumahan serta penurunan penjualan semen menjadi indikator yang perlu dicermati untuk menjaga pertumbuhan ekonomi domestik.

Sementara itu, sektor manufaktur Indonesia juga menunjukkan perbaikan, dengan PMI Manufaktur pada Januari 2025 naik ke angka 51,9, yang mencerminkan adanya ekspansi dalam sektor ini.

Kinerja perdagangan luar negeri tetap solid, tercatat surplus neraca perdagangan yang signifikan sebesar USD 3,45 miliar pada Januari 2025, meningkat pesat 71,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA  Ramadan Penuh Berkah, Wali Kota Munafri Berbagi Kebahagiaan Bersama Ribuan Anak Yatim

Lihat Semua

Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button