
SOLUSIMEDIA.ID, Jakarta, 4 Maret 2025 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rapat Dewan Komisioner Bulanan yang digelar pada 26 Februari 2025 mengungkapkan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) Indonesia tetap terjaga meski dihadapkan pada tantangan global dan domestik yang cukup signifikan.
Meskipun perekonomian dunia menunjukkan stagnasi, sektor keuangan dalam negeri tetap menunjukkan ketahanan yang patut diapresiasi.
Pertumbuhan ekonomi global yang relatif terhambat pada awal tahun 2025, dengan inflasi di negara-negara maju mulai menurun, menjadi faktor penting yang memengaruhi dinamika pasar.
Ketidakpastian yang disebabkan oleh kebijakan ekonomi dan isu geopolitik, termasuk ketegangan yang berlanjut di Ukraina dan dampaknya terhadap perdagangan internasional, meningkatkan volatilitas pasar.
Di Amerika Serikat, meski ekonomi domestik tetap solid dengan konsumsi yang tinggi, inflasi dan pasar tenaga kerja menunjukkan tekanan harga yang cukup signifikan, meskipun tingkat pengangguran menurun menjadi 4 persen.
Kebijakan moneter di AS cenderung netral, dengan prediksi pemangkasan suku bunga yang terbatas sepanjang 2025.
Di sisi lain, ekonomi Tiongkok menghadapi pertumbuhan yang lebih lambat, tercatat dengan CPI yang rendah hanya 0,5 persen dan kontraksi pada harga produsen (PPI).
Walaupun sektor manufaktur masih menunjukkan ekspansi, angka PMI yang sedikit lebih rendah dari ekspektasi pasar menandakan adanya potensi pelambatan lebih lanjut.
Tiongkok juga memperketat regulasi ekspor bahan langka yang bisa memengaruhi industri teknologi global.
Dalam konteks domestik, inflasi Indonesia tercatat terkendali dengan angka 0,76 persen pada Januari 2025, sementara inflasi inti berada di angka 2,26 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa permintaan domestik masih cukup stabil meskipun ada indikasi perlambatan di sektor-sektor tertentu seperti otomotif dan properti.
Penurunan penjualan kendaraan dan perumahan serta penurunan penjualan semen menjadi indikator yang perlu dicermati untuk menjaga pertumbuhan ekonomi domestik.
Sementara itu, sektor manufaktur Indonesia juga menunjukkan perbaikan, dengan PMI Manufaktur pada Januari 2025 naik ke angka 51,9, yang mencerminkan adanya ekspansi dalam sektor ini.
Kinerja perdagangan luar negeri tetap solid, tercatat surplus neraca perdagangan yang signifikan sebesar USD 3,45 miliar pada Januari 2025, meningkat pesat 71,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dengan kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan tantangan domestik yang ada, OJK memastikan bahwa sektor jasa keuangan Indonesia tetap stabil dan mampu beradaptasi untuk mendukung perekonomian, baik dari sisi permintaan maupun penawaran.
(*)





