
Munafri mengusulkan, agar komunitas tersebut mendirikan suatu lembaga atau yayasan pendidikan, minimal sekolah SD, supaya memberikan contoh bahwa pola pendidikan itu selalu harus dengan sistem yang baru.

Tujuanya, kata mantan CEO PSM itu, agar bisa mendukung serta merespon kekurangan kelas setiap tahun saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Makassar.
“Kita ingin punya cara pandang yang harus kita rubah, jika tidak bisa menjadi lembaga pendidikan yang komersil, tapi bisa jadi lembaga pendidikan sosial,” jelas Appi.
“Jadi kondisi sekarang kita bisa membuat yayasan pendidikan, apakah PAUD atau SD. Dan disini semua punya kemampuan harus diberdayakan lagi,” lanjut Ketua DPD II Golkar Makassar itu.
Lebih lanjut, Munafri menekankan bahwa ia bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham akan menghadirkan sekolah percontohan di Kota Makassar.
Untuk mewujudkan impian itu, jika ada kunjungan ke luar negeri, akan didampingi maksimal 2-3 orang tenaga pendidik untuk studi di luar negeri, agar melihat apa yang membedakan belajar di Indonesia dengan belajar di luar negeri.
“Saya bersama ibu Wawali sudah bertemu para guru, salah satu fokus adalah masalah pendidikan. Dan akan dimasukkan dalam rancangan APBD Perubahan, setiap kunjungan wali kota atau ibu Wawali ke luar negeri, harus ada guru yang ikut,” sebut Appi.





