
Peserta terdiri dari perwakilan lembaga penyedia layanan anak di tingkat kabupaten/kota, para pendidik, serta komunitas yang bergerak di bidang perlindungan anak.
Selama tiga hari, berbagai materi disampaikan mulai dari strategi komunikasi efektif, metode pemberdayaan anak, hingga kebijakan pemerintah terkait pendidikan dan perlindungan anak.
Selain itu, dilakukan diskusi dan sesi tanya jawab untuk memetakan tantangan yang dihadapi di lapangan serta merumuskan langkah bersama untuk mengatasi masalah putus sekolah.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat jaringan kerja sama antara berbagai lembaga guna menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
(*)





