

Pada hari terakhir, Ia mengatakan fokus materi adalah literasi keuangan dan pemanfaatan digitalisasi bagi usaha. Tujuannya agar para pelaku UMKM semakin terampil dalam mengelola keuangan dan memanfaatkan teknologi untuk memajukan bisnisnya.
“Pelaku UMKM perlu menguasai pengelolaan keuangan dan literasi digital. Keduanya bukan hanya sekadar pelengkap, melainkan kunci utama agar usaha bisa tumbuh berkelanjutan dan lebih mandiri,” harpanya.
Dalam sesi literasi keuangan, Anwardin dari Bank Indonesia Cabang Sulawesi Selatan menjelaskan pentingnya laporan keuangan dalam usaha.
Menurutnya, pencatatan keuangan merupakan pondasi utama untuk memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, mengetahui keuntungan, hingga membuat perencanaan usaha ke depan.
“Laporan keuangan juga menjadi syarat utama ketika UMKM ingin mengajukan kredit, menjalin kemitraan bisnis, dan mengurus izin usaha,” katanya.
Ia pun menegaskan bahwa pencatatan keuangan bukanlah beban, melainkan investasi untuk masa depan usaha.
Sementara itu, materi literasi digitalisasi disampaikan oleh Nada Madarmuha dari Program Digital Entrepreneurship Academy.





