

Lanjut tantangan di era digital untuk penyiaran kita di Indonesia, tentu pergeseran pola konsumsi hingga penetrasi ke platform asing yang terus membanjiri ruang publik. Perlu dihadirkan solusi bersama. Dan belum lama ini KPI berkunjung ke Tiongkok untuk melihat kebijakan disana.
Indonesia sejauh ini masih dalam mencari referensi baru karena selama ini regulasi penyiaran kita atau secara UU dan teknologi banyak mengadopsi gaya barat atau gaya-gaya Eropa dan Amerika.
Dari sini kata Hasrul kita perlu mencari perbandingan dari negara-negara yang kita anggap saat ini sudah sangat bagus pola konsumsi masyarakat terkait penyiarannya. Indonesia bisa adopsi apa yang dijalankan Tiongkok.
Negara harus hadir dengan regulasi yang di buat juga sistem pengawasan yang ketat dan sinergi antara pemerintah dengan industri penyiaran dan yang paling penting adalah masyarakat.
Ketua Komisi Penyiaran Daerah Irwan Ade Saputra melihat problematika, mungkin kita paham betul bahwa penyiaran lagi banyak-banyaknya masalah, baik dalam iklim lembaga penyiaran atau media dalam konteks bisnis sebagai industri, maupun bagaimana dia menjadi sarana informasi, edukasi, hiburan, dan sebagainya kepada masyarakat.





