
Dalam pertemuan ini, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, hingga program percepatan penurunan stunting dan pengembangan UMKM berbasis kerajinan lokal serta pemanfaatan produk daur ulang.
Melinda Aksa, menilai Rakernas ini sebagai momentum penting untuk menyamakan visi gerakan PKK dalam menghadapi tantangan masa depan. Ia menekankan bahwa penguatan peran kader, terutama di tingkat kelurahan dan posyandu, menjadi salah satu kunci sukses program-program prioritas, termasuk upaya menurunkan angka stunting di daerah.
“Gerakan PKK bukan sekadar simbol, tapi pondasi nyata dalam membangun keluarga dan masyarakat. Di Makassar, kami terus menguatkan sinergi dengan pemerintah kota, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan,” ujar Melinda di sela kegiatan.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas pelaku UMKM lokal. Menurutnya, dengan pelatihan, pendampingan digital marketing, hingga akses promosi melalui event berskala nasional seperti ini, produk lokal dapat memiliki daya saing yang lebih baik di pasar luas.
Kegiatan HKG PKK ke-53 dan Rakernas X ini juga dirangkaikan dengan UMKM Festival 2025, yang menampilkan berbagai produk unggulan, kuliner khas daerah, serta pameran kerajinan dari seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta dan masyarakat sekitar, serta pertunjukan seni budaya daerah.





