
Sementara itu, Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menekankan pentingnya menghargai pekerja migran Indonesia sebagai bagian dari wajah bangsa.
Ia mengajak seluruh diaspora untuk menjaga solidaritas dan tidak membeda-bedakan sesama.
“Diaspora adalah wajah bangsa di luar negeri,” tegasnya.
Eco Fashion Nusantara menampilkan karya dari 13 desainer lokal dan diaspora, termasuk perwakilan dari Australia dan Kalimantan.
Koleksi-koleksi tersebut menonjolkan nilai-nilai ramah lingkungan dan kearifan lokal, mempertegas peran diaspora tidak hanya dalam ranah ekonomi, tetapi juga sebagai jembatan budaya, pelestarian lingkungan, dan solidaritas kebangsaan menuju Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
(*)





