In Memoriam Azwar Hasan : Binter, Kijang Tua, John Perkins dan Amplop Rejeki

Beberapa pekan kemudian Pak Aswar menelpon.
“Kenny, saya dapat Innova. Sampe mi di telinganya Pak Gub mobil dinasku tua. Terima kasih, Dinda”.
Saat saya mengelola sebuah program talkshow di Makassar TV tahun 2005, Pak Aswar kembali menjadi “juru selamat”. Cukup menelpon, Beliau datang. Bulan November usai acara Pak Aswar memberi saya sebuah buku. Dengan pesan: kalau sudah selesai baca, kasi’ kembali.
“Nanti saya dibilang orang bodo'”, katanya sambil tergelak tawa. [
Ada istilah dari Alm. Asdar Muis RMS: Hanya orang bodo’ yang kasi kasi’ pinjam bukunya. Lebih bodo’ lagi si peminjam, kalo buku itu dia kasi’ kembali].
A Confessions of an Economic Hit Man. Bukan fiksi. Pengakuan Seorang Bandit Ekonomi. Buku karya John Perkins itu begitu kuat dan realistis. Bukan hanya karena ditulis mantan Bandit Ekonomi yang masih hidup, tetapi di antara sejumlah negara di Timur Tengah dan Amerika Latin, salah satu locus “petualangan” Perkins adalah Sulawesi Selatan.

The Confessions memberikan gambaran yang jelas mengapa sampai ada PLTA Bakaru di Pinrang, pertambangan nikel INCO di Luwu (termasuk PLTA Larona sebagai sumber energinya), dan peternakan besar di kawasan Ajattapareng. Untuk merintis masuknya kapital blok Amerika menggarap potensi-potensi SDA itu Perkins bekerja undercover di bawah institusi Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat: USAID.





