
Salah seorang peserta, Tajuddin, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Ia menilai ilmu yang diperoleh akan menjadi bekal penting dalam mengembangkan usaha kerajinan yang sedang dirintisnya. “Saya bersyukur bisa ikut. Teknik yang diajarkan sangat detail dan membuka wawasan saya tentang kualitas produk yang lebih baik,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Irnawati, peserta lainnya. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengalaman berharga karena bisa belajar langsung dari perajin profesional. “Selain keterampilan teknis, kami juga diajarkan pentingnya nilai seni dan identitas budaya dalam setiap karya,” ujarnya.
Dekranasda Makassar menargetkan hasil karya peserta dapat dipamerkan dalam Pameran Kriya Nusa di Jakarta, 3–7 September 2025 mendatang.
Melinda berharap pelatihan ini tidak berhenti sebatas tiga hari kegiatan, tetapi menjadi awal bagi perajin Makassar untuk terus berlatih, berinovasi, dan membangun jejaring yang lebih luas.
“Produk kerajinan perak punya peluang besar menembus pasar nasional bahkan internasional. Karena itu, kami ingin perajin tidak hanya sekadar terampil, tapi juga kreatif menciptakan karya yang membawa ciri khas Makassar,” tutupnya.





