SOLUSIMEDIA.ID,MAKASSAR-Kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan tetap menunjukkan ketahanan hingga April 2026 di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi perkembangan geopolitik, tekanan inflasi dunia, dan volatilitas pasar keuangan. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penopang penting bagi ketahanan ekonomi daerah melalui terjaganya fungsi intermediasi, meningkatnya inklusi keuangan, serta berkembangnya berbagai layanan pembiayaan bagi masyarakat dan dunia usaha.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat- Mochammad Muchlasin menyampaikan stabilitas sektor jasa keuangan tercermin dari kinerja positif sektor perbankan, pasar modal, dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB). Di tengah dinamika ekonomi global dan domestik, sektor jasa keuangan masih mampu menjaga pertumbuhan penghimpunan dana masyarakat, penyaluran kredit, peningkatan jumlah investor, hingga pengembangan berbagai alternatif pembiayaan.
Pada sektor perbankan, total aset tercatat mencapai Rp215,79 triliun atau tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 7,23 persen menjadi Rp149,46 triliun. Pertumbuhan penghimpunan dana tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan tetap terjaga meski kondisi ekonomi global masih dibayangi berbagai tantangan.





